Mengenai Saya

Foto saya
Aktif sebagai Mahasiswi Teknik Pertambangan USNRI 2009

Popular Entry

Sabtu, 21 September 2013

Tugas UUT dan K3 (Perbedaan IUP, IPR, IUPK)

PERBEDAAN IUP IPR DAN IUPK


Faktor Pembeda
IUP
IPR
IUPK
Jenis Usaha Pertambangan
Pertambangan Umum
Pertambangan Rakyat
Pertambangan Khusus
Badan Yang Mengelola
Diberikan oleh :
1.   Bupati/walikota apabila WIUP berada di dalam satu wilayah kabupaten/kota
2.   Gubernur apabila WIUP berada pada lintas wilayah kab/kota dalam 1 (satu) provinsi
3.   Menteri apabila WIUP berada pada lintas wilayah provinsi.

Diberikan kepada :
1.   Badan Usaha
2.   Koperasi
3.   Perseorangan

Bupati/walikota memberikan IPR terutama kepada penduduk setempat, baik perseorangan maupun kelompok masyarakat dan/atau koperasi
Diberikan oleh Menteri dan diprioritaskan bagi BUMN/BUMD atau badan usaha swasta yang berbadan hukum Indonesia
Luas Wilayah
Mineral Logam :
1.   Luas areal satu WIUP ekplorasi paling sedikit 5.000 (lima ribu) hektare dan paling banyak 100.000 (seratus ribu) kiektare.
2.   Luas areal satu WIUP Operasi Produksi paling banyak 25.000 (dua puluh limn ribu) hektare.

Mineral Bukan Logam :
1.   Luas areal satu WIUP ekplorasi paling sedikit 500 (lima ratus) hectare dan paling banyak 25.000 (dua puluh lima ribu) hektare.
2.   Luas areal satu WIUP Operasi Produksi paling banyak 5.000 (lima ribu) hektare.

Batuan :
1.   Luas areal satu WIUP ekplorasi paling sedikit 5 (lima) hektare dan paling hanyak 5.000 (lima ribu) hektare.
2.   Luas areal satu WIUP Operasi Produksi paling banyak 1.000 (seribu) hektare.

Batubara :
1.   Luas areal satu WIUP ekplorasi paling sedikit 5.000 (lima ribu) hektare dan paling banyak 50.000 (lima puluh ribu) hektare.
2.   Luas areal satu WIUP Operasi Produksi paling banyak 15.000 (lima belas ribu) hektare.

WUP mineral radioaktif ditetapkan oleh Pemerintah dan pengusahaannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk 1 (satu) IPR yang diberikan kepada :
1.   Perseorangan paling banyak 1 (satu) ha.
2.   Kelompok masyarakat paling banyak 5 (lima) ha.
3.   Koperasi paling banyak 10 (sepuluh) ha
Mineral Logam :
1.    Luas areal satu WIUPK ekplorasi paling banyak 100.000 Ha ;
2.    Luas areal satu WIUPK operasi produksi paling banyak 25.000 Ha;

Batubara :
1.   Luas areal satu WIUPK ekplorasi paling banyak 50.000 Ha;
2.   Luas areal satu WIUPK operasi produksi paling banyak 15.000 Ha;
Lama Atau Batas Waktu
IUP Eksplorasi :
1.   Mineral logam paling lama 8 (delapan) tahun.
2.   Mineral bukan logam paling lama 3 (tiga) dan mineral bukan logam jenis terteritu dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) tahun
3.   Batuan paling lama 3 (tiga) tahun.
4.   Batubara paling lama 7 (tujuh) tahun.

IUP Operasi Produksi
1.   Mineral logam paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing – masing 10 (sepuluh) tahun.
2.   Mineral bukan logam paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 (lima) tahun.
3.   Mineral bukan logam jenis tertentu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun.
4.   Batuan paling lama 5 (Iima) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 (lima) tahun.
5.   Batubara paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan dapat diperpanjang 2 (dua kali masing – masing 10 (sepuluh) tahun.

Maksimal 5 tahun dan dapat di perpanjang
Mineral Logam :
1.    Jangka waktu operasi produksi paling lama 20 tahun, dengan masa perpanjangan 2 x 10 tahun.
2.    jangka waktu penyelidikan paling lama 8 tahun;


Batubara :
1.   Jangka waktu operasi produksi paling lama 20 tahun, dengan masa perpanjangan 2 x 10 tahun
2.   Jangka waktu penyelidikan paling lama 7 tahun;
Keterangan
IUP Operasi Produksi dapat diberikan kepada badan usaha, koperasi, atau perseorangan atas hasil pelelangan WIUP mineral logam atau batubara yang telah mempunyai data hasil kajian studi kelayakan.
Pemegang IPR :
1.   Berhak mendapat bantuan modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan
2.   Wajib melakukan kegiatan penambangan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah IPR diterbitkan.
Pemegang IUPK yang bermaksud mengusahakan mineral lain wajib mengajukan permohonan IUPK baru kepada Menteri.

Pemegang IUPK Eksplorasi dijamin untuk memperoleh IUPK Produksi sebagai kelanjutan kegiatan usaha pertambangannya.



Pertanyaan :

1.      Berapakah tarif yang harus dibayar oleh pemegang IUP-OP (Operasi Produksi) (misalnya luasan lahan yang dikerjakannya 1.000 hektar) ?

2.      Bagaimana dengan ketentuan IUP perusahaan tambang asing yang WIUPnya di Indonesia ?

Kamis, 13 Juni 2013

Blasting Geometry

BLASTING GEOMETRY
a.    Burden (B)

     Burden adalah dimensi yang terpenting dalam menentukan keberhasilan suatu pekerjaan peledakan. Untuk menentukan besarnya burden perlu diketahui harga dari burden ratio. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan burden adalah :
1. Burden harus merupakan jarak dari muatan (charges) tegak lurus terhadap “free face” terdekat, dan arah dimana pemindahan akan terjadi.
2. Besarnya burden tergantung dari karekteristik batuan, karekteristik bahan peledak, dan lain sebagainya.
b.    Spacing (S)
Spacing adalah jarak antar lubang-lubang bor yang dirangkai dalam satu baris (row) dan diukur sejajar terhadap “pit wall”. Biasanya spacing tergantung pada burden, kedalaman lubang bor, letak primer, waktu tunda dan arah struktur bidang batuan.
     Untuk material (batuan) yang homogen  B = S, sedangkan untuk struktur batuan yang kompleks, misalnya orientasi joint sejajar dengan jenjang  maka burden dapat dirapatkan dan spasi dapat dijarangkan. Bila orientasi joint tegak lurus jenjang maka burden dapat dijarangkan dan spasi agak dirapatkan. Sedangkan untuk struktur batuan dengan orientasi kesegala arah /rock fracture.
c.    Stemming (T)
Stemming disebut juga collar, harga stemming ini sangat menentukan stress balance dalam lubang bor, fungsi lain adalah untuk mengurung gas yang timbul. Untuk mendapatkan stress balance maka harga stemming sama dengan burden.
Pada batuan kompak, jika perbandingan antara stemming dan burden kurang dari satu maka akan terjadi cratering atau back break, terutama pada collar priming. Biasanya harga standar tang dipakai adalah 0,70 dan ini sudah cukup untuk mengontrol air blast dan stress balance.
d.      Sub drilling (SD)
     Sub drilling adalah bagian dari kolom lubang ledak yang terletak dibagian dasar jenjang yang dimaksud untuk menghindari terjadinya toe pada lantai jenjang setelah peledakan.
e.     Tinggi jenjang (H)
     Kedalaman lubang bor tidak boleh lebih kecil daripada burden. Hal ini untuk menghindari terjadinya overbreaks atau cratering. Di samping itu letak primer menentukan juga kedalaman lubang bor.
H =  L – SD
Dimana    :           L         =          kedalaman lubang ledak
                                                SD       =          sub drilling
Blasting Geometry
 


























Kamis, 01 Desember 2011

Tugas 1 KJL 2010

Tugas I
Kursus Juru Ledak (April 2010)

1.  Apa definisi bahan peledak yang saudara ketahui?
Jawab:     Bahan peledak adalah bahan peledak kimia tunggal atau senyawa, yang berbentuk padat, cair, atau gabungan kedua-duanya yang apabila diberi aksi berupa gesekan (friction), panas (heat), benturan (impact), dan ledakan awal (inisiasi), maka akan menghasilkan reaksi yang sangat cepat sebagai contoh VoD ANFO 4000 m/s dan menghasilkan gas berupa panas yang mencapai 4000o C serta tekanan 100.000 atm.

2.  Berapa perbandingan % berat yang ideal antara AN dan Fuel oil dari pencampuran bahan peledak ANFO yang saudara ketahui?
Jawab:    
Campuran yang ideal untuk ANFO = AN : FO = 94,5% : 5,5%.

3.  Apa saja keuntungan dan kerugian dari pemakaian bahan peledak jenis ANFO yang saudara ketahui?
Jawab:
-          Keuntungan: murah (ekonomis), lebih aman (safety), dan merupakan peledak tingkatan high explosive.
-          Kerugian: mudah larut dalam air, terutama pada daerah penambangan yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga tidak dapat digunakan.

4.  Apa keuntungan pemakaian Nonel dibandingkan dengan detonator listrik dalam suatu operasi penambangan yang saudara ketahui?
Jawab:     metode peledakan menggunakan nonel tidak menggunakan listrik dan lebih ekonomis, serta akan lebih efektif dan efisien bila digunakan pada daerah yang memiliki kondisi alam ekstrem dengan intensitas petir yang tinggi seperti pada daerah Pulau Karimun.

5.  Apa yang saudara ketahui tentang “smoke” dan “Fumes” dari hasil aktifitas peledakan yang saudara lakukan?
Jawab:     smoke merupakan gas yang tidak berbahaya yang dihasilkan oleh bahan peledak, contohnya H2O dan CO2, sedangkan fumes adalah hasil detonasi bahan peledak yaitu gas-gas baik yang tidak beracun (non-toxic) maupun yang mengandung racun (toxic). Gas-gas hasil peledakan yang tidak beracun seperti uap air (H2O), karbondioksida(CO2), dan nitrogen(N2), sedangkan yang beracun adalah nitrogen monoksida(NO), nitrogen oksida(NO2),dan karbon monoksida(CO) yang merupakan hasil dari reaksi kimia yang terjadi karena kekurangan solar ( menghasilkan gas NO2) dan kalau kelebihan solar maka akan menghasilkan gas CO.

6.  Apa yang saudara ketahui tentang “perlengkapan peledakan” dan “peralatan peledakan” dan berikan contoh-contohnya?
Jawab:     Perlengkapan peledakan adalah peralatan yang digunakan sebagai kelengkapan alat atau alat bantu pada proses peledakan.
          Sedangkan peralatan peledakan adalah peralatan yang digunakan sebagai alat utama dan berhubungan langsung dengan proses peledakan dan pengangkutan hasil peledakan.
perlengkapan peledakan berupa detonator biasa, detonator listrik, detonator nonel, sumbu ledak, legwire, connecting wire, primer, booster; dan peralatan peledakan berupa alat pemicu peledakan listrik, alat pemicu peledakan nonel, alat bantu peledakan listrik, alat pencampur bahan peledak, alat pengisi lubang ledak, alat pengangkut bahan peledak, alat pengaman peledakan, alat pemantau dampak peledakan, alat penelitian bahan peledak dan peledakan.

7.  Mengapa sebelum melakukan pengeboran untuk lubang tembak kita perlu melakukan pemeriksaan terhadap keadaan/batuan sekitar? Jelaskan!
Jawab:     agar kita dapat mengetahui “Hardness” batuan sekitar tersebut, jika batuan tersebut terletak di bawah lubbang ledak, kita bisa meletakkannya di bottom primer, sebaliknya jika batuan tersebut berada di middle primer atau top primer, kita bisa meletakkannya di daerah tersebut.

8.  Apa yang saudara ketahui dengan bahan peledak “Permissible Explosive” dan dimana biasanya digunakan?
Jawab:     permissible explosive merupakan jenis peledak yang khusus digunakan pada tambang batubara bawah tanah berbasis Nitroglycerin dan Emulsi dengan komposisinya ditambahkan garam yang dapat menekan temperatur saat peledakan berlangsung, disebut Fire Suppressant Salt.

9.  Gambarkan rangkaian peledakan secara :
a.  Seri
b.  Paralel
c.  Gabungan seri dan paralel
Jawab:     Lampiran I.

10. Gambarkan geometri peledakan dan jelaskan masing-masing yang dimaksudkan tersebut?
Jawab:     Lampiran II.

11. Bila kita ingin mencampur ANFO dengan perbandingan 94,5% : 5,5%, apabila AN yang tersedia 300 kg, berapa FO (Fuel Oil) yang dibutuhkan dimana BJ FO = 0,8?
Jawab:     300 kg = x . 0,945   Massa FO = 317 . 0,055
                     x = 317 kg.                          = 17,435 kg.
                                  V FO = 17,435 kg / 0,8 kg/l
                                     = 21,8 l.

12. Bila kita memiliki ANFO seberat 500 kg, dimana pada saat pembuatannya atau pencampurannya juga dengan perbandingan 94,5% : 5,5%, berapa berat AN dan FO masing-masing?
Jawab:     BJ FO = 0,8.
Berat AN  = 500 kg . 0,945           Berat FO   = 500 kg . 0,055
                      = 472,5 kg.                          = 27,5 kg.
                                                  V FO  = 27,5 kg / 0,8 kg/l
                                                      = 34,4 l.

13. Apa yang saudara ketahui dengan Misfire dan bagaimana cara menanganinya?
Jawab:     misfire adalah kegagalan yang terjadi pada saat mencoba melakukan peledakan, cara menanganinya:
-          Bila masih terlihat kawat detonator dan diperiksa masih aktif atau sumbu ledak, maka dapat diledakkan ulang menggunakan blasting machine.
-          Bila kawat dan sumbu tidak terlihat, dapat dilakukan peledakan ulang dengan terlebih dahulu mengeluarkan stemming menggunakan kompresor.
-          Membongkar lubang ledak menggunakan alat gali misalnya shovel, backhoe, atau dragline. Cara ini merupakan alternatif terakhir apabila tidak ada cara lain yang relatif lebih aman.
-          Menetralisir bahan peledak ANFO dengan cara menuangkan atau menyemprotkan air ke dalam lubang gagal ledak. Yang perlu diingat bahwa bahan peledak emulsi, watergel, slurry, dan cartridge (primer) tidak dapat larut. Oleh sebab itu tetap harus dilakukan penggalian atau peledakan ulang untuk mengatasi lubang gagal ledak.

14. Peledakan yang misfire biasanya mempunyai ciri-ciri atau tanda-tanda, apa biasanya tanda-tanda misfire yang saudara ketahui?
Jawab:
-          Fragmen terlalu besar
-          Asap terlalu banyak.

15. Dalam peledakan kita sering harus menggunakan delay, apa yang saudara ketahui dengan tujuan menggunakan delay tersebut?
Jawab:    
-          Mengatur/mengontrol arah arah lemparan batuan.
-          Untuk mengurangi getaran.
-          Tidak menggangu pemukiman penduduk.

16. Apa yang saudara ketahui dengan stemming dalam proses peledakan?
Jawab:     stemming merupakan penyumbatan pada lubang ledak untuk mengurangi tekanan dan mengurung gas yang timbul akibat reaksi yang terjadi pada saat peledakan serta agar terjadi ledakan lateral  guna menghancurkan dinding lubang hingga ke free face.

17. Bagaimana pengaruhnya bila:
a.  Bila stemming kurang?
b.  Bila stemming terlalu banyak?
Jawab:
a.  Peledakan akan menjadi vertical blasting yang mengakibatkan flying rock.
b.  Bila stemming terlalu banyak, maka akan menyebabkan over break pada permukaan batuan sehingga hasil peledakan menjadi tidak rata/bongkahan.

18. Pada geometri peledakan, salah satunya adalah pembuatan subdrilling, apa tujuan pembuatan subdrilling tersebut dalam peledakan?
Jawab:     tujuan subdrilling adalah agar tidak terbentuk toe (bukit-bukit kecil) yang menghambat alat berat untuk berjalan.
19. Dalam pelaksanaan peledakan dengan menggunakan ANFO, di lapangan sering terjadi pencampuran ANFO yang kurang sempurna. Apa yang terjadi bila dalam pencampuran tersebut:
a.  AN terlalu banyak dan FO kurang
b.  AN terlalu sedikit dan FO banyak
ANFO
Jawab:
a.  Ketika AN terlalu banyak sehingga FO menjadi berkurang, maka akan terbentuk gas beracun NO2 dan energi peledakan menjadi berkurang.
b.  Ketika AN terlalu sedikit sehingga FO menjadi bertambah, maka akan terbentuk gas beracun CO, namun menghasilkan energi peledakan yang lebih tinggi dibandingkan pada saat kekurangan FO.

20. Apa yang saudara ketahui dengan peledakan tidur atau sleeping blasting yang sering dilakukan pada kegiatan peledakan?
Jawab:     sleeping blasting adalah metode peledakan yang bahan peledaknya  ditimbun di dalam lubang peledak dan baru akan diledakkan esok harinya karena jumlah produksi cbm yang besar dan jumlah lubang ledak yang banyak.